JAKARTA, Bisnis.discoverynews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/9/2026). Hingga penutupan perdagangan, IHSG turun 76,30 poin atau 1,20 persen ke level 6.298,60.
Penurunan tersebut terjadi setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya berada di level 6.374,91. Sepanjang perdagangan Kamis, indeks bergerak dalam tekanan jual dan sempat menyentuh level terendah 6.287,45, sementara level tertinggi berada di 6.368,57.
Tekanan terhadap pasar saham Indonesia turut dipengaruhi pergerakan bursa global dan regional Asia. Pelaku pasar mencermati meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi serta arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Selain sentimen global, kenaikan harga minyak dan perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian investor. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi sehingga pasar kembali berhati-hati dalam mengambil posisi.
Dari sisi saham, sejumlah emiten berkapitalisasi besar menjadi pemberat pergerakan indeks. Pada perdagangan Kamis, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), serta PT Amman Mineral Tbk (AMMN) tercatat menjadi beberapa saham yang memberikan tekanan terhadap IHSG.
Sementara itu, pelemahan juga terjadi pada berbagai sektor. Pada perdagangan sesi pertama, sektor bahan baku dan industri termasuk kelompok yang mengalami koreksi cukup dalam. Data perdagangan juga menunjukkan jumlah saham yang melemah lebih banyak dibandingkan saham yang menguat.
Pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya akan kembali dipengaruhi perkembangan sentimen global, arah imbal hasil obligasi Amerika Serikat, harga komoditas, kondisi geopolitik, serta respons investor terhadap perkembangan ekonomi domestik.
Investor kini mencermati perkembangan pasar secara lebih hati-hati di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.







